Istanaksj.or.id

WAKIL Bupati Cianjur, Herman Suherman mengimbau masyarakat untuk melaporkan penderita gangguan jiwa agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang layak.Sebab, jelas Herman, banyak masyarakat Cianjur yang menderita gangguan jiwa dan tidak mendapatkan penanganan dan perawatan yang layak. Bahkan, tidak sedikit yang mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, seperti di pasung, di rantai, dan di kurung di alam kamar yang gelap.

“Jika memang ada keluarga atau tetangganya yang di pasung atau menderita gangguan jiwa jangan di diamkan segera bawa ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Semua biayanya akan kami gratiskan,” jelas Herman, saat ditemui di Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (12/2/2018).

Herman menyebutkan, pihaknya juga akan segera memanggil Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur untuk membahas persoalan terkait penanganan penderita gangguan jiwa di Kabupaten Cianjur.

“Kami sangat mengapresiasi KSJ yang fokus menangani para penderita gangguang jiwa di panti yang mereka sediakan. Kami juga akan koordinasi dengan pimpinan (Bupati, red) agar dapat membantu komunitas tersebut,” ucapnya.

Herman menambahkan, pemkab juga akan membantu pembebasan para penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh keluarganya dan melakukan edukasi sehingga tindakan pemasungan tidak dilakukan lagi.

Sementara itu, Relawan Istana KSJ, Yuli Hendrika Sugiharti, mengungkapkan, perlu ada komitmen dari pemerintah dalam menangani persoalan penanganan penderita gangguan jiwa di Kabupaten Cianjur.

Yuli mengharapkan, fasilitas kesehatan, seperti dari puskesmas dan rumah sakit dapat menangani kasus darurat kejiwaan yang ada di setiap wilayahnya.

“Cianjur memang harus memiliki pusat pelayanan kesehatan jiwa. Sebab, penderita gangguan jiwa di Cianjur cukup banyak, mulai dari kategori biasa hingga berat,” ungkap Yuli.

Selain itu, Yuli menuturkan, diperlukan perubahan pola pandang masyarakat terhadap para penderita gangguan jiwa.“Selama pemahaman masyarakat masih minim terhadap penyakit gangguan jiwa, maka akan banyak ditemui kasus-kasus, seperti pemasungan yang dialami para penderita tersebut, karena mereka (penderita, red) dianggap merepotkan orang lain, atau sebagai aib keluarga,” tuturnya. (*)

Sumber: www.beritacianjur.com

Wabup Cianjur: Segera Laporkan Penderita Gangguan Jiwa
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »