Istana KSJ – Nurhamid Karnaatmaja,  seorang warga Cianjur yang mungkin selama ini terlupakan dan nyaris luput dari peberitaan media massa padahal beliau  telah berkarya besar dan luar biasa untuk masyarakat Cianjur, atas jasanya tahun 2016 beliau mendapatkan penghargaan Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat untuk Jawa Barat, yang langsung diberikan oleh Gubernur Jawa Barat.

Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat untuk Jawa Barat memberikan pengakuan kepada individu, organisasi atau kelompok yang telah membuat perbedaan dalam masyarakat di Provinsi Jawa Barat ke arah kehidupan masyarakat yang lebih baik dan mandiri. Penghargaan ini ditujukan kepada mereka yang melakukan upaya luar biasa untuk mencapai suatu tujuan luhur bagi kepentingan masyarakat dan lingkungannya; dilakukan dengan penuh dedikasi dan pengorbanan dalam jangka waktu panjang, serta tidak semua orang sanggup melakukannya.

PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN KESEHATAN JIWA
Nurhamid Karnaatmaja sejak tahun 2009 berupaya untuk ikut aktif dalam memberi dukungan bagi ODMK dan ODGJ demi terwujudnya peningkatan derajat kesehatan jiwa masyarakat. KSJ mempunyai kegiatan sebagaimana berikut:

  1. Membantu memberikan perlindungan ODMK dan ODGJ dari stigma, diskriminasi dan pelangaran hak asasi ODMK dan ODGJ, Seperti tindakan pemasungan, penelantaran, kekeraasan, dan tindakan yang lainnya
  2. Memeberikan bantuan terhadap ODMK dan ODGJ dalam mendapatkan hak pelayanan kesehatan dan sosial secara benar.
  3. Membantu meningkatkan pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam upaya rehabilitasi sosial penyandang disabilitas mental/ penderita gangguan jiwa

Nurhamid Karnaatmaja bersama Istana KSJ sebagai komunitas swadaya masyarakat, memberdayakan diri untuk aktif dalam layanan kesehatan jiwa masyarakat. Atas perannya telah mengubah secara radikal pemahaman masyarakat tentang apa penyebab dan bagaimana menangani orang dengan masalah kejiawaan yaitu: dari pemahaman yang bersifat klenik menjadi pemahaman bersifat medis.

Melalui kegiatan yang dilakukan Nurhamid Karnaatmaja bersama KSJ, terbukti bahwa ODMK dan ODGJ bisa disembuhkan dengan 2 hal yaitu medical treatment dengan benar dan perlakuan yang baik dari keluarga dan masyarakat. Pengobatan di lingkungan keluarga dan Masyarakat jauh lebih efektif dan efisien, sehingga bisa menjadi sebuah model alternative bagi penanggulangan masalah gangguan kejiwaan masyarakat di tengah kondisi keterbatasan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia.

Masalah yang melatarbelakang Program Pemberdayaan Masyarakat
Beberapa isu terkait dalam permasalahan kesehatan jiwa, diantaranya:

  1. Penderita gangguan jiwa (ODMK dan ODGJ) seringkali menjadi korban ketidakadilan dan perlakuan yang tak semena-mena. Fakta menunjukkan bahwa perlakuan salah, khususnya tindak kekerasan, penelantaran, stigma dan diskriminasi terhadap penderita gangguan jiwa masih sering ditemukan di masyarakat
  2. Pelayanan jiwa di Indonesia masih belum maksimal dengan indicator:
    • Pelayanan kesehatan jiwa dasar masih terkendala dengan sumber daya manusia kesehatan jiwa.
    • Pelayanan kesehatan rujukan masih terkendala dengan masalah pertimbangan demografi pasien, kekhususan permasalahan kesehatan pasien, dan keadaan gawat darurat pasien
    • Keterbatasan pelayanan dan perlindungan social khususnya kesehatan jiwa bagi masyarakat jelas sangat memprihatinkan karena kalaulah masalah kesehatan jiwa tidak ditangani secara serius tentu akan berpengaruh kepada Indeks Pembangunan Manusia
  3. Perlunya pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam permasalahan kesehatan jiwa sehingga mereka mengerti dan dapat mengimplementasikan bagaimana merawat dan memperlakukan penderita gangguan jiwa.

Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat dan Target Komunitas

  1. Perlindungan ODMK dan ODGJ dari stigma, diskriminasi dan pelangaran hak asasi ODMK dan ODGJ, Seperti tindakan pemasungan, penelantaran, kekerasan, dan tindakan yang lainnya.
  2. Pemenuhan hak ODMK dan ODGJ dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan sosial secara benar
  3. Peningkatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam upaya rehabilitasi sosial penyandang disabilitas mental/ penderita gangguan jiwa

Hasil dan dampak Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat

  1. Keberadaan Nurhamid Karnaatmaja bersama Istana KSJ telah mengubah secara radikal pemahaman masyarakat tentang apa penyebab dan bagaimana menangani orang dengan masalah kejiawaan yaitu: dari pemahaman yang bersifat klenik menjadi pemahaman bersifat medis. Adalah hal yang sangat mungkin orang dengan masalah kejiwaan itu terpulihkan dan dijaga gejalanya seumur hidup dengan medikasi dan dukungan sosial yang tepat.
  2. Melalui Program Pembebasan Pasung yang dilakukan Istana KSJ bekerjasama dengan RS Marzoeki Mahdi dan PSBL Phala Martha, telah berhasil menyadarkan keluarga dan masyarakat dalam menangani penderita dan tidak melakukan tindakan yang tidak manusiawi yang melanggar hak asasi manusia dan peraturan perundang-undangan.
  3. KSJ terus melakukan advokasi sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur memberikan kepercayaan kepada Istana KSJ untuk mengurus Jaminan Kesehatan daerah (Jamkesda) bagi penderita gangguan jiwa, sehingga hamper semua penderita gangguan jiwa dapat ditangani dengan maksimal.
  4. Melalui kegiatan Home Visiting ke keluarga penderita, Istana KSJ membantu keluarga dan masyarakat bagaimana memperlakukan dan menangani penderita, membimbing penderita dalam meminum obat secara benar berdasarkan resep dokter, dan membantu penderita dalam berlatih aktifitas sehar-hari
  5. Istana KSJ telah melakukan aktivitas nyata yang sejalan dengan visi kementerian kesehatan RI yaitu mencapai masyarakat sehat, mandiri dan berkeadilan.
Sosok Warga Cianjur Peraih Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jawa Barat

4 thoughts on “Sosok Warga Cianjur Peraih Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jawa Barat

  • June 26, 2018 at 9:00 pm
    Permalink

    Selamat malam..

    Saya ingin bertanya bagaimana prosedur penanganan ODGJ yg terlantar di jalanan. Dinas mana yg berkewajiban menangani.

    Odgj memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.. bagaimana proses pemenuhan hak tersebut. Mengingat odgj yg terlantat trsbt tidak memiliki identitas. Sulit untuk memberikan akses pelayanan kesehatan melalui BPJS PBI krna terkendala syarat administratif.

    Apakah ada data MoU atau dokumen salinan MoU tentang program gerakan indonesia bebas pasung 2019.

    Trimakasih, Salam…

    Reply
    • July 3, 2018 at 9:13 pm
      Permalink

      Terimakasih Pa Tegar atas kunjungannya anda pada web kami.
      Alhamdulillah di istana KSJ sudah ada kerjasama dg disdukcapil kabupaten Cianjur, sehingga gelandangan psikotik (odgj terlantar) tersebut sudah bisa diregisterkan di istana ksj untuk dpt KTP. Namun yang jadi kendala adalah sarana dan prasarana yang kurang begitu memadai.. terutama keadaan Panti rehabilitasi dengan daya tampung yang terbatas. Untuk lebih detailnya bila Anda sangat peduli dg ODGJ kami tunggu kedatangan Anda di Istana KSJ.
      Terima kasih!

      Reply
  • October 21, 2018 at 2:35 pm
    Permalink

    Melalui kegiatan yang dilakukan Nurhamid Karnaatmaja bersama KSJ, terbukti bahwa ODMK dan ODGJ bisa disembuhkan dengan 2 hal yaitu medical treatment dengan benar dan perlakuan yang baik dari keluarga dan masyarakat.

    Reply
    • October 25, 2018 at 12:03 pm
      Permalink

      Betul sekali mbak Yuli… bhwa ODMK dan ODGJ itu bisa disembuhkan secara medis,
      Terima kasih sudah berkunjung ke web kami Mbak Yuli…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *