ISTANA KSJ– Selama ini masalah kesehatan hanya terfokus pada kesehatan fisik, sementara kesehatan jiwa tampaknya masih terabaikan. Satu sisi masyarakat masih punya stigma negative terhadap kesehatan jiwa dan di pihak lain pemerintah dalam program kesehatan jiwa masih menganaktirikannya. Apapun kalaulah masalah kesehatan jiwa tidak ditangani secara serius tentu akan berpengaruh kepada Indeks Pembangunan Manusia. Posisi kesehatan mempunyai korelasi terhadap tingkat produktivitas masyarakat. Kesehatan fisik tanpa kesehatan jiwa dan lingkungan yang mendukung, tidak akan dapat menghasilkan manusia yang mumpuni dan berkualitas. Pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia masih sangat terbatas, belum menyentuh tingkat pelayanan kesehetan primer, baik sarana prasarana maupun sumber daya manusianya.

Jumlah psikiater di Indonesia masih sangat terbatas sekitar 600 orang yang harus menangani sekitar 2,4 juta ODMK di Indonesia (prediksi penderita 1% dari populasi penduduk). Penanganan ODMK saat ini baru sebatas berpusat di RSJ yang juga masih terbatas jumlahnya. Kesenjangan dalam akses pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat jelas sangat memprihatinkan dalam upaya menanggulangi gangguan kesehatan jiwa. Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) yang berdiri tahun 31 oktober 2009, berupaya untuk ikut aktif dalam memberi dukungan bagi ODMK dan keluarganya. Dua hal utama yang menjadi action KSJ dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat yakni kunjungan pasien dan keluarga dan bantuan layanan dan sumber daya pengobatan. Kegiatan Kunjungan Pasien dan Keluarga (Home Visit) ditujukan untuk membantu memberikan edukasi keswa, membimbing pasien dalam meminum obat secara benar berdasarkan resep dokter, dan membantu pasien dalam berlatih aktifitas sehar-hari. Pada tahun 2011 ini tercatat kunjungan KSJ (home Visit) kepada pasien dan keluarga rata-rata 23 kunjungan setiap minggu. Kegiatan bantuan layanan dan sumber daya pengobatan, berupa kegiatan asistensi di Polijiwa RSUD Cianjur dan membantu ODMK tidak mampu dengan Jamkesda Jenis Komunitas Sehat Jiwa. Kegiatan asistensi diarahkan untuk membantu administrasi, memantu pasien baru dan pasien akut. Relawan KSJ yang membantu Polijiwa RSUD Cianjur rata-rata 7 orang setiap praktek (hari selasa dan Rabu). Terbitnya Jamkesda jenis Komunitas Sehat Jiwa merupakan bentuk kepedulian Pemkab Cianjur bersama KSJ dalam membantu ODMK yang tidak mampu yang tidak terakomodasi dengan Jamkesmas, tercatat sampai bulan Agustus 2011 telah terbit 345 kartu. Melalui kegiatan yang dilakukan KSJ, terbukti bahwa ODMK/ODS bisa disembuhkan dengan 2 hal yaitu mengkonsumsi obat dengan benar dan perlakuan yang baik dari keluarga dan masyarakat tanpa harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa. Pengobatan di lingkungan keluarga dan Masyarakat jauh lebih efektif dan efisien, sehingga bisa menjadi sebuah model alternative bagi penanggulangan masalah gangguan kejiwaan masyarakat di tengah kondisi keterbatasan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia. 

Oleh: Nurhamid Karnaatmaja
Sumber: Abstrak Makalah Konferensi Nasional Kesehatan Jiwa I 7-8 Oktober 2011

PERAN SERTA KOMUNITAS DALAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »