Istana KSJ – Kembali aksi sosial pembebasan pasung dilakukan oleh Relawan Istana KSJ bekerjasama dengan Puskesmas Cikalongkulon Cianjur, Aparat Desa Gudang serta Komunitas Sosial Bagong Mogok pada hari Sabtu, 17 November 2018.

Seorang Remaja yang berinisial “S” mengalami gangguan jiwa, dalam sakitnya dia sangat agresif, merusak dan cenderung membahayakan orang lain sehingga keluarganya dan warga setempat terpaksa mengamankannya dg merantainya di pohon.

Seperti kasus-kasus pemasungan lainnya, dilatarbelakangi oleh ketidaktahuan tentang penyakit jiwa dan penanganannya serta keterbatasan ekonomi keluarga menjadi alasan penyebab “S” mengalami pemasungan.

Tentu sangat naif apabila kita hanya menyalahkan keluarga atas tindakan  pemasungan. Memang tindakan ini bisa dikategorikan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Namun yang tak kalah penting adalah faktor pemerintahan belum mampu menyediakan pelayanan primer kesehatan jiwa di setiap daerah. Juga patut kita sadari bahwa kekurangpahaman masyarakat terhadap kesehatan jiwa tentunya karena masih kurangnya promosi dan edukasi kesehatan jiwa.

Masyarakat kita masih kental dengan Stigma terhadap penyakit jiwa dan penderita gangguan jiwa. ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) atau Schizophrenia ada banyak disekitar kita, mereka menjadi manusia terpinggirkan bahkan terbuang, terhina dan tercampakkan karena stigma. Namun apapun mereka masih punya hak untuk diperhatikan dan diperlakukan manusiawi. Yang dibutuhkan adalah kepedulian dan menghapus stigmaterhadap mereka karena gangguan jiwa bisa disembuhkan dan mereka bisa kembali produktif seperti biasa.

“S” telah berhasil dibebaskan untuk selanjutnya akan dilakukan penangan medis di polijiwa RSUD Cimacan dan rehabilitasi sosial di LKS Istana KSJ.

Miris, Seorang Remaja ODGJ dirantai dan diikat di pohon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *