Cianjur – Sejumlah pria dan wanita dewasa terlihat duduk berjongkok di teras rumah, sebagian tatapan mereka terlihat kosong. Tangan mereka riuh menengadah seraya meminta rokok.

Satu sumber suara membuat aksi mereka menengadah meminta rokok terdiam, “Dilarang merokok sebelum makan, boleh merokok kalau sudah makan, nanti,” kata suara tersebut.

Suara itu berasal dari seorang pria berkaus biru dengan celana pendek. Dia adalah Nurhamid Karnaatmaja, pensiunan guru yang kini “mendidik” puluhan penderita gangguan jiwa atau yang biasa disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Saya pensiunan guru Sekolah Dasar (SD), di sini bersama teman-teman merawat dan memanusiakan mereka,” kata Nurhamid, Ketua panti yang dulu dikenal dengan sebutan Istana Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) saat menerima detikcom di panti miliknya, Minggu (16/9/2018).

Panti KSJ berada di Kampung Nagrak, RT 02 RW 10 Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ada sekitar 47 ODGJ yang dirawat di tempat tersebut, 50 persen dari jumlah tersebut adalah pasien titipan.

“Sampai hari ini ODGJ berjumlah 47 orang, setengah dari mereka adalah pasien titipan. Biayanya saling mencukupi, kita tidak mengandalkan anggaran dari pemerintah daerah dan pusat,murni kita kelola sendiri,” ujar Nurhamid yang pernah mengabdi sebagai guru 33 tahun itu.

Layaknya mendidik pelajar ketika masih berstatus guru SD, Nurhamid menekankan kasih sayang dan kelembutan ketika berhadapan dengan ODGJ yang ada di pantinya. Alhasil tidak ada pertengkaran antara ODGJ yang baru masuk panti dengan penghuni lama.

“Pola yang kami lakukan yang senior merawat yang junior, yang senior menyayangi yang junior. Saya yang paling senior membiasakan mereka untuk hidup berdampingan dengan kasih sayang, layaknya kakak merawat adik. Alhamdulillah, mereka yang sebelum datang ke sini ngamuk-ngamuk datang ke tempat ini saat berhadapan dengan seniornya bisa nurut,” paparnya.

Nurhamid mengakui obat-obatan dan ketenangan membuat ODGJ ini bisa dikendalikan dan akhirnya kembali hidup normal. Sejak 2009 beroperasi tidak terhitung berapa banyak dari mereka yang lulus dari panti dan melanjutkan sekolah hingga akhirnya bekerja.
Mereka yang sudah sembuh rata-rata selalu ingat dengan panti tempatnya dirawat, mereka pulang dan berkumpul dengan mereka yang masih mendapat perawatan.

“Ada yang sudah bekerja, punya rejeki mereka datang bawa oleh-oleh makan bareng berkumpul bareng. Dia merasa panti ini sebagai rumah mereka saat berstatus ODGJ. Karena terdidik dengan kasih sayang mereka tidak pernah lupa untuk pulang sekedar berkumpul di tempat ini,” tandasnya.

Sumber: Syahdan Alamsyah – detikNews/17 sept 2018

Kisah Pensiunan Guru SD yang Kini Mendidik ODGJ di Cianjur
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate ยป