Mohon dipahami bahwa gangguan jiwa itu sama dengan penyakit fisik lainnya. Gangguan jiwa bukan kurang iman, bukan kurang ikhlas, bukan azab, bukan karma, bukan karena santet, bukan karena ngelmu nggak ada gurunya, bukan karena gangguan jin, bukan karena dosa turunan, bukan karena tumbal pesugihan, bukan karena kesambet, bukan karena miara keris, bukan karena tinggal di rumah angker dan lain2 sebagainya!

Know Science Fight Stigma! Pahami aspek ilmiah penyakit,  HAPUS STIGMA!

Otak pasien skizofrenia kelebihan neurotransmitter dopamin.

Otak pasien depresi kekurangan neurotransmitter serotonin.

Otak pasien bipolar tidak seimbang neurotransmitter dopamin dan serotoninnya

Otak pasien parkinson kekurangan neurotransmitter dopamin

Otak pasien ADD/ADHD kekurangan neurotransmitter Norepineprin.

Otak pasien anxietas tidak seimbang neurotransmitter gamma-aminobutyric acid, serotonin and norepinephrine nya

Otak pasien alzheimer terkait kematian sel yang menghasilkan acetylcholine di basal forebrain

Otak para pecandu napza juga terkait ketidakseimbangan banyak neurotransmitter

Otak pasien epilepsi terganggu di system GABA

Otak pasien stroke, migraine dan autisme terkait dengan Glutamat

Masih banyak lagi.penyakit yg juga terkait dengan berbagai neurotransmitter

Penjelasannya bisa tanya para dokter syaraf atau dokter spesialis kesehatan jiwa( psikiater) deh karena cara kerjanya yg sangat rumit.

Jangan sungkan berobat ke dokter spesialis kesehatan jiwa di Rumah Sakit atau Rumah Sakit Jiwa terdekat. Atau berkonsultasi ke dokter umum di puskesmas dulu sehingga bisa dirujuk ke rumah sakit.

Berkonsultasi kesehatan jiwa bukan aib tapi sikap positif demi kesehatan jiwa raga kita. Tiada kesehatan tanpa kesehatan jiwa!

Jangan Stigma Kami
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *