Oleh Ishak Salim*

merespon pernyataan Rizal Ramli yang menyebut orang gila tak perlu punya hak memilih

Sejauh ini, diskursus atau wacana “kegilaan” vs “ODGJ” memang masih belum secara luas dikontestasikan di ruang publik, apalagi ranah politisi. Masih banyak orang tidak mengikuti pergeseran-pergerseran pengetahuan dan makna kegilaan komtemporer.

Lebih mudah melihat orang yang dianggap gila di jalanan dan bagaimana orang memperlakukan mereka dengan ketidakpedulian atau bulian, dari pada melihat bagaimana sejumlah orang berusaha membebaskan dan merawat odgj dari kondisi ketunawismaan atau keterlantarannya ini.

Bahkan dalam berita maupun sinetron, sebagian besar informasi terkait odgj yang dipertontonkan adalah soal-soal bulian, bahan tertawaan, objek kasihan, ketidakwarasan dst. Akibat keterbatasan informasi itu, wacana kegilaan ini tidak pernah beranjak jauh dan masyarakat juga tidak pernah berkembang cara berpikirnya menjadi lebih tercerahkan.

Jelas, ini soal kebodohan yang bersumber dari rendahnya ketersedian informasi terkait odgj secara benar untuk publik. Di sisi lain, kebodohan juga membawa pada tindakan labelisasi ‘gila’ dan stereotipikasi ‘ketidakmpuan’ serta segregasi dari ruang publik dan berujung pada diskriminasi politik bagi warga negara dengan gangguan kejiwaan.

Inilah peluang bagi kita yang peduli ODGJ untuk membuka kran pengetahuan seluas-luasnya bagi publik. Bahwa kita perlu menghujat Risal Ramli dan politisi yang sepemikiran dengannya itu, ok. Tetapi, kita harusnya bisa melangkah lebih jauh dengan membantu publik mengakses informasi dan pengetahuan soal ODGJ ini.

Apa yang disebut ‘orang gila’ itu sungguh beragam dan tidak sesederhana dengan mengatakan odgj adalah mereka yang mengais sampah, baju compang camping, selamanya hilang ingatan, ada di rumah sakit jiwa, dipasung di kamar gelap atau kandang kambing dll.

Kompleksitas odgj ini mestinya tidak disederhanakan, tidak digeneralisasi dan apalagi di prasangburukkan.

Itulah mengapa, kita perlu menyiapkan sumber informasinya jika mereka yang tidak tau ini mau belajar.

Misalnya di sini:

Https://istanaksj.or.id

Penulis adalah Ketua PerDIK

Diskursus kegilaan versus ODGJ
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate ยป